<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Telekomunikasi dan Bisnis &#124; Elmoudy.com &#187; Bisnis</title>
	<atom:link href="https://telco.elmoudy.com/category/bisnis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://telco.elmoudy.com</link>
	<description>Blog Telekomunikasi dan Bisnis &#124; Elmoudy.com</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Dec 2009 04:39:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.2</generator>
		<item>
		<title>Standard Operating Procedure</title>
		<link>https://telco.elmoudy.com/standard-operating-procedure</link>
		<comments>https://telco.elmoudy.com/standard-operating-procedure#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 01:51:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elmoudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telco.elmoudy.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Standard Operating Procedure (SOP) / Prosedur Operasi Standar merupakan panduan teknis yang berisi serangkaian instruksi yang menggambarkan standar aktivitas dan proses yang berlangsung dalam suatu perusahaan. SOP berfungsi untuk mendefinisikan semua konsep dan teknik penting serta persyaratan yang dibutuhkan, dituangkan dalam suatu bentuk yang langsung dapat digunakan oleh personel organisasi dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari. Dengan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://telco.elmoudy.com/wp-content/uploads/2009/11/sop-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-37" style="border: 0pt none; margin: 0px 5px;" title="sop-2" src="http://telco.elmoudy.com/wp-content/uploads/2009/11/sop-2.jpg" alt="sop-2" width="268" height="380" /></a>Standard Operating Procedure (SOP) / Prosedur Operasi Standar merupakan panduan teknis yang berisi serangkaian instruksi yang menggambarkan standar aktivitas dan proses yang berlangsung dalam suatu perusahaan. SOP berfungsi untuk mendefinisikan semua konsep dan teknik penting serta persyaratan yang dibutuhkan, dituangkan dalam suatu bentuk yang langsung dapat digunakan oleh personel organisasi dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari. Dengan demikian, tujuan diperlukannya SOP dalam suatu perusahaan adalah untuk memberikan penyamaan persepsi semua personel yang terlibat, memberi pemahaman atas setiap langkah detail kegiatan yang harus dilaksanakan &#8211; sehingga mampu menjaga konsistensi operasi perusahaan, dan kualitas  produk atau jasa yang dihasilkan.</p>
<p>Beberapa langkah yang mendeskripsikan suatu metode dalam penyusunan SOP adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>Menentukan tujuan</strong><br />
Suatu prosedur akan berjalan efektif dan efisien apabila memiliki tujuan spesifik yang ingin dicapai. Dengan tujuan yang spesifik, maka keseluruhan proses dan instruksi yang disusun bisa memberikan arah yang jelas, dan mampu menjadi tolok ukur dalam menilai keberhasilan implementasi SOP. Selain itu, juga berfungsi menjadi tolok ukur dalam proses evaluasi atas dokumen SOP itu sendiri, dan evaluasi atas kemampuan personel yang menjalankan.</p>
<p><strong>Membuat rancangan awal</strong><br />
Langkah berikutnya adalah menentukan desain dan rancangan awal dari prosedur yang akan digunakan. Bentuk rancangan awal ditentukan dari tingkat kompleksitas kegiatan organisasi, apakah menggunakan  simple step, hierarchical step, graphic format, atau workflow format. Tahap ini memerlukan kegiatan observasi atas personel, organisasi, dan rencana bisnis yang akan dijalankan. Penyusunan rancangan awal ditentukan dengan membuat dua kategori prosedur yaitu Prosedur General dan Prosedur Rinci.</p>
<p>Prosedur General merupakan prosedur umum yang disusun untuk memberikan gambaran umum atas prosedur yang disusun, proses pembuatan prosedur, dan struktur organisasi yang terlibat. Sedangkan Prosedur Rinci merupakan prosedur detail yang disusun berdasarkan pada unit-unit organisasi yang ada. Prosedur Rinci bisa dibagi ke dalam 7 (tujuh) Prosedur yaitu Prosedur Pembuatan Penawaran, Prosedur Pembuatan perjanjian, Prosedur Operasional Project, Prosedur Maintenance, Prosedur Keuangan, dan Prosedur Evaluasi. Setiap Prosedur Rinci terdiri dari tujuh bagian diantaranya tujuan, lingkup, definisi, tugas &amp; tanggung jawab, bagan alir, prosedur rinci, dan lampiran.</p>
<p><strong>Melakukan evaluasi internal</strong><br />
Tahap ini merupakan review, koordinasi dan komunikasi antara pihak penentu kebijakan perusahaan, dan semua personel yang terlibat. Evaluasi dilakukan untuk memperoleh masukan dan rekomendasi dari pihak personel yang terlibat guna mempertajam tujuan, memperkecil gap factor, mengeliminasi ketidaktepatan redaksional, mempertegas instruksi, dan memperjelas metode implementasi.</p>
<p><strong>Melakukan evaluasi eksternal</strong><br />
Tahap ini dilakukan guna memperoleh informasi dari pihak di luar organisasi perusahaan, dengan meminta advisor perusahaan memberikan review atas prosedur yang telah dibuat. Atau dengan metode evaluasi komparatif, yaitu melakukan ‘benchmarking’ atas SOP yang dipergunakan perusahaan lain yang sejenis. Evaluasi eksternal diperlukan untuk memperoleh informasi eksternal yang berkembang di lingkungan existing market, sehingga prosedur yang akan dijalankan mampu meningkatkan produktivitas perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis.</p>
<p><strong>Melakukan uji coba</strong><br />
Prosedur yang telah disusun perlu dilakukan ujicoba di salah satu atau beberapa unit yang terkait. Tujuan dari ujicoba ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas SOP, apakah prosedur sudah disusun secara benar dan jelas, apakah personel mampu memahami prosedur secara tepat, dan apakah cara penulisan (spelling) atas suatu instruksi menimbulkan kebingungan atau tidak. Hasil ujicoba akan menyempurnakan penyusunan prosedur, sehingga SOP benar-benar akan siap untuk diimplementasikan.</p>
<p><strong>Pengesahan prosedur</strong><br />
Tahap berikutnya adalah melakukan pengesahan oleh pihak penentu kebijakan perusahaan. Dengan pengesahan tersebut, maka SOP akan menjadi buku panduan bagi para pelaksana organisasi dalam menjalankan rencana bisnis guna mencapai tujuan perusahaan.</p>
<p><strong>Implementasi prosedur </strong><br />
Prosedur siap untuk dijalankan oleh semua personel yang ada dalam organisasi perusahaan. Setiap personel telah memiliki panduan instruksi atas kegiatan operasional sehari-hari dalam mencapai tujuan bersama. Pelaksanaan SOP ini memerlukan perhatian dan partisipasi dari seluruh level organisasi. Tahap paling awal dalam melakukan implementasi SOP adalah dengan melakukan sosialisasi secara continue untuk menanamkan awareness akan pentingnya SOP, dan bagaimana SOP bisa dijalankan secara bersama-sama dan konsisten.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://telco.elmoudy.com/standard-operating-procedure/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilas tentang Business Plan</title>
		<link>https://telco.elmoudy.com/sekilas-tentang-business-plan</link>
		<comments>https://telco.elmoudy.com/sekilas-tentang-business-plan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 09:37:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elmoudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telco.elmoudy.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Secara cepat dan ringkas, walau masih cukup panjang – akan di-share hal mendasar dalam business plan. Tulisan ini merupakan hasil tulis beberapa waktu lalu atas penyusunan pedoman business plan yang sempet terekam di otak. Direferensikan dari berbagai sumber pustaka, dan disusun ulang dengan diksi dan konten yang lebih padat. Business Plan merupakan alat yang penting [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #808080;"><a href="http://telco.elmoudy.com/wp-content/uploads/2009/10/business-plan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-26" style="border: 0pt none; margin: 0px 5px;" title="business plan" src="http://telco.elmoudy.com/wp-content/uploads/2009/10/business-plan.jpg" alt="business-plan" width="268" height="380" /></a>Secara cepat dan ringkas, walau masih cukup panjang – akan di-share hal mendasar dalam business plan. Tulisan ini merupakan hasil tulis beberapa waktu lalu atas penyusunan pedoman business plan yang sempet terekam di otak. Direferensikan dari berbagai sumber pustaka, dan disusun ulang dengan diksi dan konten yang lebih padat.</span></p>
<p>Business Plan merupakan alat yang penting untuk melakukan proyeksi dan analisa bagi pengambil keputusan dan kebijakan dalam perusahaan di masa mendatang. Business Plan menjadi pedoman strategis untuk mempertajam rencana-rencana yang diharapkan, mengetahui posisi perusahaan / unit bisnis dalam pasar eksisting, arah tujuan perusahaan, dan cara mencapai sasaran yang diinginkan.</p>
<p>Business Plan juga dapat berfungsi sebagai alat untuk meyakinkan kepada pihak ketiga dalam pencarian pembiayaan bisnis, seperti perbankan, investor, lembaga keuangan, dan sebagainya. Bantuan dana yang diperlukan tersebut dapat berupa dana jangka pendek untuk modal kerja maupun jangka panjang untuk perluasan atau biaya investasi.</p>
<p>Berikut adalah rincian singkat apa saja yang perlu dijabarkan dalam business plan :</p>
<p><strong>Executive Summary</strong><br />
Executive Summary merupakan ringkasan yang menjadi highlight dalam business plan. Tujuan Executive Summary adalah untuk memberikan gambaran secara cepat kepada para pengambil keputusan, sehingga substansi dari business plan dapat dipahami secara jelas dan tepat.</p>
<p><strong>General Business Description</strong><br />
General Business Description menjabarkan kondisi umum dari bisnis yang akan dijalankan. Mulai dari latar belakang, sejarah, kondisi eksisting, konsep, dan proyeksi bisnis ini di masa mendatang. Tujuan dari penjabaran ini adalah untuk memberikan gambaran menyeluruh kepada pihak pengambil keputusan dan calon investor atas kondisi aktual dan prediksi bisnis, mengetahui konstelasi dan tingkat persaingan para pelaku bisnis, menghitung kekuatan dan kelemahan yang ada, dan memperoleh dasar keyakinan dalam menjalankan bisnis ini.</p>
<p><strong>Products &amp; Services</strong><br />
Products &amp; Services menjabarkan tentang produk dan layanan yang diberikan perusahaan kepada calon customers. Pada bagian ini, perusahaan perlu menyajikan informasi yang tepat atas core business yang akan dijalankan. Produk merupakan komoditas fisik yang ditawarkan perusahaan kepada calon customers, sedangkan services/jasa merupakan komoditas non fisik yang ditawarkan perusahaan kepada calon customers – untuk memperoleh profitabilitas.</p>
<p><strong>Marketing Plan</strong><br />
Marketing Plan menjabarkan rencana pemasaran yang akan dijalankan perusahaan dalam rangka memenangkan persaingan, dan mencapai target yang telah ditentukan. Marketing Plan terdiri dari kondisi pasar eksisting, review atas kompetitor, strategi pemasaran, dan strategi harga. Kondisi pasar eksisting mengungkapkan adanya besaran permintaan pasar atas produk atau jasa layanan yang ditawarkan perusahaan, baik secara keseluruhan  maupun per segmentasi. Dan jika diperlukan, perlu dilakukan analisa apakah produk dan jasa yang akan kita jalankan akan menciptakan pasar (driving market) atau mengikuti pasar (market driven). Kunci sukses awal dari marketing plan adalah seberapa jauh perusahaan dapat mengenal calon customers &#8211; apa yang dibutuhkan, yang tidak dinginkan, dan yang diharapkan customers.</p>
<p><strong>Operational Plan</strong><br />
Operational Plan berisi rencana operasi harian perusahaan , mulai dari start up phase sampai business operating phase. Start up Phase merupakan fase awal berjalannya bisnis yang menjelaskan apakah bisnis akan dijalankan sebagai unit bisnis atau perusahaan yang independen. Apakah lokasi kantor akan berada di pusat kawasan bisnis dan perdagangan, bagaimana sistem perekrutan SDM, strategi pembiayaan atas pembelian mesin dan peralatan, dan konsep menciptakan lingkungan kerja yang sesuai dengan citra yang diinginkan.  Business Operating Phase meliputi teknik dan biaya memproduksi atas produk dan jasa, teknik quality control, inventory control, teknik maintenance produk dan jasa, rencana persebaran dan lokasi penempatan produk,  jumlah produk  per area geografis , strategi outsourcing, kebutuhan business legal environment, kategorisasi personel (professional, skill, unskill), pay structure, quality of existing staff, training method, dan strategi partnership (vendor, supplier, dan konsultan).</p>
<p><strong>Management Plan</strong><br />
Management Plan menjelaskan kapasitas sumber daya manusia yang akan menjalankan bisnis ini. Perlu dilakukan analisa kompetensi secara matang dan professional untuk menentukan personel pada posisi-posisi kunci seperti Direktur, Managing Manager, Manager, hingga Supervisor. Posisi-posisi tersebut tidak hanya memiliki leadership yang matang, tetapi juga pengalaman yang memadai, problem solving, dan visioner. Kualifikasi dan model perekrutan menjadi sangat penting dalam business start up. Diperlukan juga Prosedur Operasi Standar (Standard Operating Procedure/SOP) sebagai panduan dalam menjalankan bisnis  agar berjalan sesuai dengan track-nya, dan menjaga konsistensi dalam mencapai tujuan.</p>
<p><strong>Financial Plan</strong><br />
Analisis dan strategi keuangan adalah bagian penting dalam penyusunan business plan, karena memberikan gambaran sistematis terhadap langkah-langkah manajemen perusahaan dalam mencapai profitabilitas yang diharapkan. Dalam financial plan, akan memperlihatkan seberapa jauh manajemen dapat mengelola sumber-sumber daya keuangan di setiap bulannya. Pengelolaan keuangan perusahaan secara efektif sangat membutuhkan rencana anggaran yang realistis. Financial Plan disusun dengan cara menentukan secara actual jumlah dana yang dibutuhkan untuk memulai kegiatan bisnis (start up costs), dan dana yang dibutuhkan untuk kegiatan operasional perusahaan (operating costs). Komponen penting yang wajib ditampilkan, diantaranya total Initial  Investment, Capital Expenses (Capex), Operational Expeneses (Opex), Proyeksi Revenue, EBITDA, EBIT,  Net Cashflow, IRR, ROI, Payback Period, dll.</p>
<p><strong>Lampiran</strong><br />
Berisi data-data tambahan mulai dari bagan lengkap organisasi, data simulasi financial, data-data lapangan, foto, dan lain-lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://telco.elmoudy.com/sekilas-tentang-business-plan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
